1. Penghayat didalam diri, membuat rindu ingin bertemu
Kerinduan takkan ada dalam diri kecuali ada untuk mengada,
jika tak ada maka bersabarlah.
Sabar tak diperlukan jika sabar hanya membebani diri
Itulah yang ku rasakan
Yang sabar, dunia sementara akhirat selamanya.
Insyallah ku harus iso sabar
Tak perlu jika mengeluh
Bukannya sabar itu kunci sukses (29/09/20)
2. Memanusiakan manusia karena itulah persaudaraan. (17/09/20)
3. Seperti itulah pengorbanan, sebuah CINTA. (21/09/20)
4. Cinta hilang bisa dikorbankan, rasa Tindakan hilang. Meskipun rasa itu sudah move on. Rasa itu takkan hilang ia bereingkarnasi. (22/09/20)
5. Kebenaran telah datang, dan yang batil telah lenyap. Sungguh, yang batil pasti lenyap. Sungguh kami menerima kenikmatan yang banyak. (26/09/20)
6. Rasa ialah satu- satunya kebebasan didunia karena ia begitu tinggi mengangkat jiwa. Dimana hukum- hukum kemanusiaan dan kenyataan alam tidak menemukan jejaknya. (29/09/20)
7. Jangan kehilangan rasa percaya diri, hanya karena komentar jiwa- jiwa kecil yang iri dengan kebaikan hidupmu. Agama tidak menyuruh, kalau suruhan tidak membawa selamat dan Bahagia jiwa. Kebersihan luas maknanya, kebersihan ruang dan kampung hanyalah satu hal, hal lain adalah kebersihan jiwa manusia itu sendiri. Kebersihan pergaulan antar manusia, baik pergaulan sosial, pergaulan ekonomi, pergaulan politik, dan hukum. Nafsu hanya bertahan sementara, karena ia pembosan dan tak pernah puas, tapi keindahan hati seorang wanita adalah pendamai yang mengkokohkan jiwa laki- laki. (
8. Seperti tinggal hanya untuk mereka yang suka dengan mata mereka, karena bagi mereka yang suka hati dan jiwa tidak ada hal hal yang terpisah, seperti magnet yang tak bisa dipisahkan. (HamWiM/140920)
9. Magnet bisa terlepaskan selagi pasir ada disekitarnya, seperti hubungan LDR, bisa dipisahkan dengan cara apapun, tapi yakinlah dengan do’a dan saling percaya, ada untuk mengada. Itulah yang selalu ku ucap. (15/09/20)